YA Ibad Bekali 5 M Untuk Para Wanita
02 Dec
Sejak perrtama masuk YA Ibad saya sudah merasakan cocok ngaji disana. Perubahan demi perubahan saya alami dengan cepat. Pertama pada saat menjelang Ibadah Qurban Tahun 1996 yang lalu, saya dan suami dihadapkan pada dua pilihan yang sulit. Antara beli rumah dan untuk Qurban di YA Ibad. Pada saat itu kondisi ekonomi kami masih pas-pasan, kebetulan pada saat itu dapat rejeki dari Allah yang rencananya untuk beli rumah (uang muka), tapi saya dan suami juga ingin sekali bisa ber-Qurban. Bisikan-bisikan setan selalu menggangu untuk menggalkan rencana qurban. Tapi dengan pertolongan Allah dan keyakinan yang kuat akhirnya kami putuskan uang tersebut untuk qurban saja. Saya yakin Allah pasti akan mengganti semuanya. Dan semua janji Allah ini ternyata benar seperti yang tertulis di Kitab Suci Al-Quran Surah Muhammad ayat 7 (QS. 47 : 7) yang artinya : “Jika kamu meolong agama Allah niscaya Alloh akan menolong kamu, dan meneguhkan langkah-lankgah kamu”. Maksudnya jika kita menolong agama Alloh dengan jalan berqurban / ikut andil syiar agama Allah, maka Allah akan menolong dan membereskan segala urusan kaita.
Janji Alah itu semua benar
Selang beberapa bulan setelah qurban, rejeki yang tidak disangka-sangka kami terima seperti air bah yang jatuh terus menerus (bahasa jawa ngrojok), yang semula tidak punya rumah bisa beli rumah, bahkan tidak hanya satu tapi dua rumah sekaligus. Yang semula tidak punya mobil bisa membeli mobil, terus motor, lalu peralatan rumah tangga semua serba baru, karena memang dulu saya dan suami tinggal dirumah kontrkan yang kecil tidak mempunyai peralatan apa-apa. Dalam waktu singkat semua bisa berubah dengan cepat. Semua itu karena saya dan suami ngaji di YA Ibad dan berqurban bahkan lebih menakjubkan lagi SUBHANALLAH… kami bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. Itu adalah hadiah yang sangat luar biasa indahnya dalam hidup saya.
Sebagai seorang istri dan seorang ibu juga sebagai jamaah YA Ibad saya terus berusaha menggali potensi yang ada dalam diri saya. Dengan bekal ilmu ngaji dari Abah As’ad yang selalu menjadi inspirasi dan solusi bagi diri saya agar saya menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat untu semuanya.
Salah satu ajaran dari YA Ibad yang didirikan oleh Abah As’ad yaitu tentang bekal bagi wanita adalah 5 M yaitu terdiri dari :
1. Masak
2. Macak
3. Manak
4. Marak
5. Makarya ing ndalem
1) Masak (membuat masakan/menanak). Kalo masalah masak kata suami saya oke ! alias ueeeeenaaaak ….. kaaan …….!
2) Macak (merias diri). Mengenai macak, saya berusaha untuk tampil modis dan tidak ketinggalan jaman. Kata suami saya, saya selalu tampil menarik dan cantik.
3) Manak (melahirkan anak). Kalo yang satu ini, wah hebat ! saya sudah mempunyai 5 orang anak, banyak khan … dan itu sudah cukup bagi saya tinggal membesarkan dan mendidik agar menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah dan berguna untuk Islam, Yaibad serta keluarga dan bangsa.
4) Marak (menciptakan suasana menarik). Dalam keluarga saya selalu berusaha menciptakan suasana ceria bersama suami dan anak-anak saya agar suami dan anak-anak selalu merasa senang dan betah di rumah
5) Makaryo ing ndalem (mempunyai usaha / side income). Salah satu hasil karya saya yaitu membuat pernikpernik asesoris seperti : bros, gelang, kalung, anting-anting, cincin dan sebagainya. Alhamdulillah sejak menjadi jamah YA Ibad usaha saya terus berkembang. Semula saya bikin bros untuk saya pakai sendiri tapi kata teman-teman koq bagus, akhirnya mereka memesan pada saya dan semakin banyak yang tahu kalau saya bisa membuat berbagai macam asesosris. Alhamdulillah banyakk yang menyukai hasil karya saya. Disela-sela kesibukan saya membuat asesoris tidak lupa saya terus mengaji di YA Ibad pada hari Senin malam di Gelanggang Remaja Surabaya dan hari Rabu di Pusura. Manfaat dari ngaji tersebut bagi usaha saya sanagat besar sekali.
* Dulu tidak punya tempat usaha, kalo bikin ya di rumah, tapi sekarang saya punya toko sendiri di GTC (Geluran Trede Centre), tenaganya saya sendiri yang mengerjakan.
* Sekarang Alhamdulillah saya punya karyawan dua orang. Saya tidak pernah putus asa dan terus berusaha agar usaha saya semakin berkembang dan maju. Kalo ada event-event pameran dan bazar saya selalu ikut untuk menampilakan hasil karya saya. Sampai suatu saat saya diberi kesempatan untuk membikin cindera mata yang diserahkan kepada Bapak YUSUF KALLLA dan Bapak H. IMAM UTOMO mantan Gubernur Jatim. Pada saat itu ternyata saya sendiri yang menyerahkan cindera mata tersebut kepada baliau. Disana juga ada teman-teman jamaah bu Dewi Sofah dan Bu Ariana Wiyanti (bu Wahid) juga sama sama menyerahkan cindera mata. Momen itu sangat berkesan sekali sebagai seorang jamaah YA Ibad saya merasa bangga bisa mempersembahkan hasil karya sendiri.
Saya juga mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Pembina YA Ibad karena beliau juga banyak memberikan masukan dan kritik membangun juga nasihat yang sangat berguna dan bermanfaat untuk kemajuan usaha saya.
Demikian cerita / kisah saya dan pengalaman saya selama menjadi jamaah YA Ibad. Semua yang sudah saya ceritakan diatas bukan karangan atau mengada-ada tapi semua itu adalah kisah nyata dan bukti nyata selama menjadi jamaah YA Ibad.
Sekian terima kasih
Minggu, 04 Desember 2011
YA Ibad Ajari Saya Bersedekah
YA Ibad Ajari Saya Bersedekah
November 29, 2011
Sebelum saya mendirikan usaha mie pangsit saya mempunyai usaha selep daging pada tahun 1984 di jalan wonokusumo lalu tahun 1993 membuka cabang di daerah rungkut tepanya di pasar paing dan di pasar semolo waru.
Pertama kali saya ngaji di Ya Ibad yaitu pada tahun 1997 yang bertempat di Gelora Pancasila karena Gelanggang Remaja pada saat itu sedang dibangun jadi pengajiannya dipindah ke Gelora Pancasila.
Pada tahun 1998 saya mengembangkan usaha saya dengan membuat Mie Pangsit, Kulit Pansit, dan Mie Tami. Usaha saya baru bisa berjalan setelah 18 bulan karena rasanya kurang cocok dan kurang diminati oleh pembeli dan selama 18 bulan mencari resep akhirnya ketemu resep yang pas dan sedikit demi sedikit usaha saya mulai berjalan lancer dan diminati oleh para pembeli.
Sebelum saya ngaji di Ya Ibad Kakek saya pernah berpesan kata kakek saya, apabila ada orang yang meminta-minta atau ngamen jangan sampai sekali-kali ditolak walaupun hanya 100 rupiah dan pesan itu selalu saya praktekkan sampai sekarang enath dirumah ataupun di tempat usaha saya.
Lalu setelah saya ngaji di Ya Ibad yang ada waktu itu diisi oleh Abah As’ad biasanya itu saya kalau berkorban itu kurang dari 3 bulan baru mulai membayar, setelah Abah As’ad bicara korban tiap tahun itu bagus tetapi lebih bagus lagi apabila kurbannya setahun akan datang sekarang sudah mulai banyak menabung dan perkataan itu saya pegang betul-betul dan Alhamdulillah sampai sekarang saya praktekkan.
Lalu setelah saya mempraktekkan kurban tiap tahun saya merasakan usaha saya semakin meningkat. Lalu saya tambah lagi 2,5% untuk zakatnya. Lalu usaha saya lihat semakin meningkat penghasilannya lalu saya tambah menjadi 12,5% yaitu setiap penghasilan yang saya peroleh saya potong 12,5% Zakat, Infaq, Shodakoh Jariyah.
Berusaha mempraktekkan tanda-tanda khusus jamaah Ya Ibad no.4 yaitu mensyukuri nikmat Islam, nikmat Iman serta nikmat-nikmat anugerah Allah yang lainnya dengan ikhlas, aktif, infak, zakat, kurban, shodakoh jariyah dan amal sholeh lainnya.
November 29, 2011
Sebelum saya mendirikan usaha mie pangsit saya mempunyai usaha selep daging pada tahun 1984 di jalan wonokusumo lalu tahun 1993 membuka cabang di daerah rungkut tepanya di pasar paing dan di pasar semolo waru.
Pertama kali saya ngaji di Ya Ibad yaitu pada tahun 1997 yang bertempat di Gelora Pancasila karena Gelanggang Remaja pada saat itu sedang dibangun jadi pengajiannya dipindah ke Gelora Pancasila.
Pada tahun 1998 saya mengembangkan usaha saya dengan membuat Mie Pangsit, Kulit Pansit, dan Mie Tami. Usaha saya baru bisa berjalan setelah 18 bulan karena rasanya kurang cocok dan kurang diminati oleh pembeli dan selama 18 bulan mencari resep akhirnya ketemu resep yang pas dan sedikit demi sedikit usaha saya mulai berjalan lancer dan diminati oleh para pembeli.
Sebelum saya ngaji di Ya Ibad Kakek saya pernah berpesan kata kakek saya, apabila ada orang yang meminta-minta atau ngamen jangan sampai sekali-kali ditolak walaupun hanya 100 rupiah dan pesan itu selalu saya praktekkan sampai sekarang enath dirumah ataupun di tempat usaha saya.
Lalu setelah saya ngaji di Ya Ibad yang ada waktu itu diisi oleh Abah As’ad biasanya itu saya kalau berkorban itu kurang dari 3 bulan baru mulai membayar, setelah Abah As’ad bicara korban tiap tahun itu bagus tetapi lebih bagus lagi apabila kurbannya setahun akan datang sekarang sudah mulai banyak menabung dan perkataan itu saya pegang betul-betul dan Alhamdulillah sampai sekarang saya praktekkan.
Lalu setelah saya mempraktekkan kurban tiap tahun saya merasakan usaha saya semakin meningkat. Lalu saya tambah lagi 2,5% untuk zakatnya. Lalu usaha saya lihat semakin meningkat penghasilannya lalu saya tambah menjadi 12,5% yaitu setiap penghasilan yang saya peroleh saya potong 12,5% Zakat, Infaq, Shodakoh Jariyah.
Berusaha mempraktekkan tanda-tanda khusus jamaah Ya Ibad no.4 yaitu mensyukuri nikmat Islam, nikmat Iman serta nikmat-nikmat anugerah Allah yang lainnya dengan ikhlas, aktif, infak, zakat, kurban, shodakoh jariyah dan amal sholeh lainnya.
YA Ibad Bukan Pengajian Biasa
YA Ibad Bukan Pengajian Biasa
YA Ibad
YA Ibad atau singkatan dari Yayasan Almukhlashin Ibadurrahman, sebuah yayasan sosial keagamaan yang berdiri sejak tahun 1982 dan berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Sudah lebih dari 23 tahun YA Ibad mengadakan pengajian dan kini telah memiliki ratusan titik syiar yang tersebar di seluruh pulau Jawa, pulau Bali, Pulau Sumatera, pulau Kalimantan dan pulau Sulawesi. Jumlah jama’ahnya lebih dari puluhan ribu orang dan dari beragam profesi.
Setiap pengajian punya ciri khas dan di YA Ibad juga ada ciri khasnya. Ciri pertama pengajian YA Ibad, menata niat ; ngaji di YA Ibad itu dianggap suatu perkara yang sakral dan tidak boleh dilakukan dengan main-main. Oleh karenanya, peserta yang datang ke pengajian YA Ibad niatnya hanya untuk mengaji dengan berharap ampunan serta rahmat Allah SWT. Ngaji di YA Ibad, bukanlah tempat berbagai transaksi bisnis, pamer kekayaan atau mengejar niat duniawi lainnya, jadi murni betul-betul datang hanya untuk mengaji. Makanya, siapapun yang datang ke pengajian YA Ibad akan merasakan atmosfir yang berbeda. Suasana kekeluargaan terasa sangat kental kendatipun baru berkenalan dengan yang lain. Senyum ramah dan sapaan santun terpancar di mana-mana, sehingga suasananya betul-betul feel home ; terasa seperti di rumah sendiri, terasa seperti di dalam lingkungan keluarga sendiri.
Ciri kedua pengajian YA Ibad, menata duduk ; beberapa menit sebelum pengajian YA Ibad dimulai, peserta sudah menata rapi duduk mereka layaknya orang yang duduk yoga. Duduknya bersila dengan posisi kaki kanan menyilang rata keatas kaki kiri serta punggung ditegak-luruskan. Di dalam ilmu yoga diterangkan bahwa dengan duduk kaki rata menyilang serta punggung tegak lurusnya akan melancarkan peredaran darah dan udara ke seluruh tubuh, dengan begini seseorang akan terhindar dari rasa bosan, lelah dan mengantuk disaat mengaji meskipun duduk berjam-jam. Di Ya Ibad, sangat tidak dianjurkan mengaji dengan posisi duduk kaki diselonjorkan ke depan, kaki dibuka lebar-lebar atau duduk dengan mengangkat dan menyilangkan kedua paha kaki kemudian sandarkan ke dada lalu memeluknya. Karena, hal ini justru akan membuat murka dan bencinya Allah SWT.
Ciri ketiga pengajian YA Ibad, menata hati ; ketika da’i atau penceramah akan menuju panggung atau podium, seluruh peserta pengajian sudah tenang. Tidak lagi ada yang berbicara atau berbisik kendatipun dengan orang disampingnya. Diamnya peserta pengajian dibarengi dengan berzikir dalam hati, belajar mendengarkan pengajian lewat telinga fisik dan telinga batin. Hal inilah yang menciptakan suasana khusyu dan khidmat hingga selesai pengajian. Jika ketiga hal tersebut dilakukan pada setiap kali pengajian maka insya Allah manusia akan merasakan dampak langsung dari rahmat Allah SWT.
Ada satu kejadian luar biasa pada pengajian YA Ibad di tahun 1994 yang diadakan di lapangan bulu tangkis yang terbuka di kawasan jalan Kaliasin Surabaya. Semua peserta pengajian yang berjumlah lebih dari 1000 orang duduk sama rendah di lapangan tersebut, termasuk guru kami, KH. Mochammad As’ad Syukur fauzanni. Di saat guru kami sedang memberikan ceramah tiba-tiba turun hujan dengan derasnya dan membuat guru kami dan seluruh peserta pengajian, basah kuyup. Tapi anehnya, tidak ada seorang pun yang berdiri atau berpindah tempat duduknya. Semuanya tetap duduk dengan tenang, seolah-olah tidak terjadi apa apa. Guru kami pun lantas bertanya ; apakah pengajian ini diteruskan atau dihentikan, spontan seluruh peserta pengajian menjawab, teruskan. Suara peserta pengajian begitu keras dan menggema serta terasa menerobos hingga ke tulang-tulang dan dada-dada seluruh peserta pengajian. dan terasa ada kekuatan yang tak terlihat yang menyelimuti suasana pengajian.
Lalu, tampak murid yang membaca Al Qur’an yang duduk disamping KH. Mochammad As;ad Syukur Fauzanni berdiri mengambil payung dan hendak memayungi guru kami agar tidak basah kuyup. Tapi, Beliau menolaknya dengan halus sambil berkata,“Payungilah Al Qur’an yang kamu baca itu agar tidak basah terkena hujan karena dia-lah yang akan menjadi saksi di akherat atas peristiwa ini dan akan membela kalian semua”. Sungguh menakjubkan ! dan sejak kejadian itu hampir di seluruh pengajian YA Ibad tidak akan dihentikan meskipun diterpa hujan deras.
Inilah salah satu contoh nyata yang diajarkan oleh guru kami, KH. mochammad as’ad Syukur Fauzanni tentang arti dan makna yang terkandung di dalam pengajian. Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang telah diberikannmya kepada kami. Beliau tidak pernah mengeluh sedikitpun serta tidak bosan-bosannya mengajarkan kami untuk selalu, selalu dan selalu menyiar-nyiarkan agama Allah SWT, dimanapun dan dalam kondisi apapun.
Terima kasih, Abah As’ad. Insya Allah, akan selalu kami ingat apa yang telah Abah ajarkan kepada kami semua dan akan kami lanjutkan ajaran dan perjuanganmu dengan seluruh jiwa dan raga kami. Semoga apa yang telah Abah As’ad ajarkan tercatat di sisi Allah SWT sebagai amalan yang baik dan benar dan bernilai kebaikan yang tak pernah terputus hingga yaumul akhir serta berbuah pahala yang penuh ridho dari Allah SWT. Amin.
Ditulis oleh : Murid KH. Mochammad As’ad Syukur Fauzanni
Di Makassar, Sulawesi Selatan
YA Ibad
YA Ibad atau singkatan dari Yayasan Almukhlashin Ibadurrahman, sebuah yayasan sosial keagamaan yang berdiri sejak tahun 1982 dan berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Sudah lebih dari 23 tahun YA Ibad mengadakan pengajian dan kini telah memiliki ratusan titik syiar yang tersebar di seluruh pulau Jawa, pulau Bali, Pulau Sumatera, pulau Kalimantan dan pulau Sulawesi. Jumlah jama’ahnya lebih dari puluhan ribu orang dan dari beragam profesi.
Setiap pengajian punya ciri khas dan di YA Ibad juga ada ciri khasnya. Ciri pertama pengajian YA Ibad, menata niat ; ngaji di YA Ibad itu dianggap suatu perkara yang sakral dan tidak boleh dilakukan dengan main-main. Oleh karenanya, peserta yang datang ke pengajian YA Ibad niatnya hanya untuk mengaji dengan berharap ampunan serta rahmat Allah SWT. Ngaji di YA Ibad, bukanlah tempat berbagai transaksi bisnis, pamer kekayaan atau mengejar niat duniawi lainnya, jadi murni betul-betul datang hanya untuk mengaji. Makanya, siapapun yang datang ke pengajian YA Ibad akan merasakan atmosfir yang berbeda. Suasana kekeluargaan terasa sangat kental kendatipun baru berkenalan dengan yang lain. Senyum ramah dan sapaan santun terpancar di mana-mana, sehingga suasananya betul-betul feel home ; terasa seperti di rumah sendiri, terasa seperti di dalam lingkungan keluarga sendiri.
Ciri kedua pengajian YA Ibad, menata duduk ; beberapa menit sebelum pengajian YA Ibad dimulai, peserta sudah menata rapi duduk mereka layaknya orang yang duduk yoga. Duduknya bersila dengan posisi kaki kanan menyilang rata keatas kaki kiri serta punggung ditegak-luruskan. Di dalam ilmu yoga diterangkan bahwa dengan duduk kaki rata menyilang serta punggung tegak lurusnya akan melancarkan peredaran darah dan udara ke seluruh tubuh, dengan begini seseorang akan terhindar dari rasa bosan, lelah dan mengantuk disaat mengaji meskipun duduk berjam-jam. Di Ya Ibad, sangat tidak dianjurkan mengaji dengan posisi duduk kaki diselonjorkan ke depan, kaki dibuka lebar-lebar atau duduk dengan mengangkat dan menyilangkan kedua paha kaki kemudian sandarkan ke dada lalu memeluknya. Karena, hal ini justru akan membuat murka dan bencinya Allah SWT.
Ciri ketiga pengajian YA Ibad, menata hati ; ketika da’i atau penceramah akan menuju panggung atau podium, seluruh peserta pengajian sudah tenang. Tidak lagi ada yang berbicara atau berbisik kendatipun dengan orang disampingnya. Diamnya peserta pengajian dibarengi dengan berzikir dalam hati, belajar mendengarkan pengajian lewat telinga fisik dan telinga batin. Hal inilah yang menciptakan suasana khusyu dan khidmat hingga selesai pengajian. Jika ketiga hal tersebut dilakukan pada setiap kali pengajian maka insya Allah manusia akan merasakan dampak langsung dari rahmat Allah SWT.
Ada satu kejadian luar biasa pada pengajian YA Ibad di tahun 1994 yang diadakan di lapangan bulu tangkis yang terbuka di kawasan jalan Kaliasin Surabaya. Semua peserta pengajian yang berjumlah lebih dari 1000 orang duduk sama rendah di lapangan tersebut, termasuk guru kami, KH. Mochammad As’ad Syukur fauzanni. Di saat guru kami sedang memberikan ceramah tiba-tiba turun hujan dengan derasnya dan membuat guru kami dan seluruh peserta pengajian, basah kuyup. Tapi anehnya, tidak ada seorang pun yang berdiri atau berpindah tempat duduknya. Semuanya tetap duduk dengan tenang, seolah-olah tidak terjadi apa apa. Guru kami pun lantas bertanya ; apakah pengajian ini diteruskan atau dihentikan, spontan seluruh peserta pengajian menjawab, teruskan. Suara peserta pengajian begitu keras dan menggema serta terasa menerobos hingga ke tulang-tulang dan dada-dada seluruh peserta pengajian. dan terasa ada kekuatan yang tak terlihat yang menyelimuti suasana pengajian.
Lalu, tampak murid yang membaca Al Qur’an yang duduk disamping KH. Mochammad As;ad Syukur Fauzanni berdiri mengambil payung dan hendak memayungi guru kami agar tidak basah kuyup. Tapi, Beliau menolaknya dengan halus sambil berkata,“Payungilah Al Qur’an yang kamu baca itu agar tidak basah terkena hujan karena dia-lah yang akan menjadi saksi di akherat atas peristiwa ini dan akan membela kalian semua”. Sungguh menakjubkan ! dan sejak kejadian itu hampir di seluruh pengajian YA Ibad tidak akan dihentikan meskipun diterpa hujan deras.
Inilah salah satu contoh nyata yang diajarkan oleh guru kami, KH. mochammad as’ad Syukur Fauzanni tentang arti dan makna yang terkandung di dalam pengajian. Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang telah diberikannmya kepada kami. Beliau tidak pernah mengeluh sedikitpun serta tidak bosan-bosannya mengajarkan kami untuk selalu, selalu dan selalu menyiar-nyiarkan agama Allah SWT, dimanapun dan dalam kondisi apapun.
Terima kasih, Abah As’ad. Insya Allah, akan selalu kami ingat apa yang telah Abah ajarkan kepada kami semua dan akan kami lanjutkan ajaran dan perjuanganmu dengan seluruh jiwa dan raga kami. Semoga apa yang telah Abah As’ad ajarkan tercatat di sisi Allah SWT sebagai amalan yang baik dan benar dan bernilai kebaikan yang tak pernah terputus hingga yaumul akhir serta berbuah pahala yang penuh ridho dari Allah SWT. Amin.
Ditulis oleh : Murid KH. Mochammad As’ad Syukur Fauzanni
Di Makassar, Sulawesi Selatan
Bermanfaat Bagi Lingkungan
YA Ibad | Bermanfaat Bagi Lingkungan
Filed under: YA Ibad — Tinggalkan komentar
Desember 2, 2011
Dunia hitam menjadi bagian dalam kehidupan seorang pemuda Jakarta, di kota metropolitan barang haram menjadi sesuatu yang Trend dan sebaliknya barang yang halal menjadi aneh, di daerah tempat saya tinggal hingga akhirnya banyak anak remaja yang terjerumus didalam lembah hitam lorong panjang yang tak bertuan. Dampak bahaya narkoba tidak berhenti sampai disitu, mereka yang pencandu narkoba selalu melakukan hal-hal negative yang merugikan banyak orang. Perjudian, tawuran sering terjadi kerugian terus bertambah, hidup penuh dengan kekhawatiran keamanan dan kenyamanan menjadi barang yang mahal bahkan langka. Orang tua selalu dibuat cemas, aparat dibuat sibuk, PR pemerintah semakin banyak dengan tingkat pengangguran terus bertambah yang disebabkan kurangnya keahlian karena sibuknya dalam dunia hitam disinilah tempat kami di Jalan Tambak yang identik dengan NARKOBA dan TAWURAN.
Berangkat dari keterpurukan ini kami berusaha untuk mencoba keluar dari tirani kebobrokan yang ada pada diri dan lingkungan kami, hingga takdir ALLOH menyeret kami bertemu dengan pengajian YA Ibad.
Hal yang membuat kami tertarik pada pengajian YA Ibad disebabkan para DAI/Penceramah tidak dibayar sepeserpun. Di zaman seperti ini masih ada orang yang benar-benar tulus ikhlas dalam mensyiar-syiarkan agama Alloh dan masih banyak hal lainnya yang sesuatu banget untuk kami…….. Hingga akhirnya pilihan kami tentukan untuk terus mengaji mengaji dan mengaji di YA Ibad.
Hari demi hari kami lewati bersama dengan pengajian YA Ibad, bulan demi bulan, tahun demi tahun hingga tak terasa 13 (tiga belas) bersama YA Ibad. Suatu perjalanan panjang yang telah kami lalui bersama pengajian YA Ibad, banyak hal kebaikan dan kebenaran yang kami dapat yang diajarkan oleh guru kami di YA Ibad Bpk. KH moch as’ad syukur Fauzani.
Pusat Jakarta, Menteng Pagi ini …… berbeda dengan 13 tahun yang lalu, kenakalan remaja sudah memudar, tawuran telah menghilang, perjudian sirna, orang tua menjadi tenang hilang was-was dan khawatiran, inilah yang terjadi di tempat kami
Terima kasih YA Alloh…… terima kasih Abah……. Terima kasih YA Ibad.
Selamat dan Sukses Muktamar ke-2 YA Ibad, semoga YA Ibad dapat terus bertahan dan terus exist dalam mensyiarkan Agama Alloh dengan warna dan cirikhas YA Ibad, akhlak dan budi pekerti luhur yang tergambarkan dalam prilaku (Dakwah Sikap)……amiiinn.
Filed under: YA Ibad — Tinggalkan komentar
Desember 2, 2011
Dunia hitam menjadi bagian dalam kehidupan seorang pemuda Jakarta, di kota metropolitan barang haram menjadi sesuatu yang Trend dan sebaliknya barang yang halal menjadi aneh, di daerah tempat saya tinggal hingga akhirnya banyak anak remaja yang terjerumus didalam lembah hitam lorong panjang yang tak bertuan. Dampak bahaya narkoba tidak berhenti sampai disitu, mereka yang pencandu narkoba selalu melakukan hal-hal negative yang merugikan banyak orang. Perjudian, tawuran sering terjadi kerugian terus bertambah, hidup penuh dengan kekhawatiran keamanan dan kenyamanan menjadi barang yang mahal bahkan langka. Orang tua selalu dibuat cemas, aparat dibuat sibuk, PR pemerintah semakin banyak dengan tingkat pengangguran terus bertambah yang disebabkan kurangnya keahlian karena sibuknya dalam dunia hitam disinilah tempat kami di Jalan Tambak yang identik dengan NARKOBA dan TAWURAN.
Berangkat dari keterpurukan ini kami berusaha untuk mencoba keluar dari tirani kebobrokan yang ada pada diri dan lingkungan kami, hingga takdir ALLOH menyeret kami bertemu dengan pengajian YA Ibad.
Hal yang membuat kami tertarik pada pengajian YA Ibad disebabkan para DAI/Penceramah tidak dibayar sepeserpun. Di zaman seperti ini masih ada orang yang benar-benar tulus ikhlas dalam mensyiar-syiarkan agama Alloh dan masih banyak hal lainnya yang sesuatu banget untuk kami…….. Hingga akhirnya pilihan kami tentukan untuk terus mengaji mengaji dan mengaji di YA Ibad.
Hari demi hari kami lewati bersama dengan pengajian YA Ibad, bulan demi bulan, tahun demi tahun hingga tak terasa 13 (tiga belas) bersama YA Ibad. Suatu perjalanan panjang yang telah kami lalui bersama pengajian YA Ibad, banyak hal kebaikan dan kebenaran yang kami dapat yang diajarkan oleh guru kami di YA Ibad Bpk. KH moch as’ad syukur Fauzani.
Pusat Jakarta, Menteng Pagi ini …… berbeda dengan 13 tahun yang lalu, kenakalan remaja sudah memudar, tawuran telah menghilang, perjudian sirna, orang tua menjadi tenang hilang was-was dan khawatiran, inilah yang terjadi di tempat kami
Terima kasih YA Alloh…… terima kasih Abah……. Terima kasih YA Ibad.
Selamat dan Sukses Muktamar ke-2 YA Ibad, semoga YA Ibad dapat terus bertahan dan terus exist dalam mensyiarkan Agama Alloh dengan warna dan cirikhas YA Ibad, akhlak dan budi pekerti luhur yang tergambarkan dalam prilaku (Dakwah Sikap)……amiiinn.
salam kenal YA Ibad
salam kenal YA Ibad
Mengarungi hidup di kampung orang tua yg sebelumnya di jakarta bersama sahabat akhirnya dipisahkan dengan jarak. sy pun menemukan sesuatu kegelapan diri, tidak tahu arah tujuan. Hanya kesenangan2 diri sesaat didalam berteman bersama jurang hitam. Dalam waktu yang cukup lama 3 tahun bersekolah dan kehidupan yg cukup gelap, sampai akhirnya lulus timbul rasa ingin merubah diri untuk bisa membantu orang tua dan adik, saya pun hijrah ke jakarta tempat saya besar dengan persahabatan yang kuat. Ternyata saya dipertemukan dengan sahabat2 semasa kecil juga dalam terjerumus lembah hitam, minuman keras, obat sehingga saya pun terjerumus. Sampai satu saat ada sahabat yg memperkenalkan YA Ibad dalam hidup saya, sampai waktu mempertemukan dengan Guru K.H muhammad as’ad syukur fauzani pendiri, konseptor tunggal Yayasan Almukhlasin Ibadurrahman yg mengajarkan sy utk bisa mengenal diri akan kehidupan, mengenal tuhannya agar bisa timbul potensi diri yg sebenarnya menurut Alloh dan rosulNya, memahami arti taat kepada orang tua, memahami arti persahabatan dan banyak lagi yg memotivasi diri mengenal dunia yg sebenarnya di alam sandiwara sementara ini. Kembali kelingkungan dengan beberapa sahabat yg ingin merubah diri dengan belajar mengaji di YAIbad mengkaji diri dengan praktek nyata berbekal quran dan prilaku rosul atau hadits soheh dengan pesan kunci yg diajarkan Guru “sabar dan syukur” melalui “mengaji dan qurban” didalam kehidupan sosial sehari2Dalam proses mengaji dan terus mengkaji, ditemukan beberapa hal yg menjadi motivasi :
- Kesuksesan adalah dari diri sendiri dgn percaya akan potensi yg Alloh berikan.
- Karakter atau sifat prilaku manusia yg membawa kepada sukses atau rezeki, karena dalam Quran dikatakan “Apa yg kau tanam itu yang akan kau tuai, bahkan karakter yg ada itu berdampak kehidupan (kristalisasi diri sehingga terbias ke alam sekitarnya
- Tidak ada sukses tanpa sahabat
- Taat pada orang tua
- Menghargai Alloh dengan sikap NGAJENI ALLOH dengan Mengaji dan BerQurban
Proses bekerja sy pun dibenturkan dengan situasi ilmu pendidikan dunia yg tidak cukup saya punya hanya berbekal ilmu dalam mengaji saja, tetapi anehnya Alloh mengatur ilmu dunia kepada sy sampai akhirnya saya diberikan kemampuan oleh management kejenjang saat ini Sales Manager ” Barang siapa memperbaiki akhiratnya, Alloh akan memperbaiki dunianya.
Dari Kuli bangunan, pencuci piring sampai ditemukan perusahaan yg kasus sehingga sy resign dan akhirnya disadarkan oleh Guru bahwa karunia yg didapat adalah dari hasil kristalisasi karakter, sifat manusia itu sendiri. Dalam proses belajar mengenal diri dan merubah karakter yg benar menurut Alloh sehingga saya diterima menjadi Advisor/ pramuniaga lalu menjadi Senior, Supervisor, Duty Manager sampai akhirnya Sales Manager dengan pendidikan SMK yang hanya bermodal Quran dan Hadits sehingga Alloh membuktikan derajat seseorang yg mau belajar (mengaji, mengkaji) dan berqurban mengenal dirinya dengan praktek teratur sedikit demi sedikit ayat Alloh dengan sabar dan syukur pasti hidup tidak akan terlantar bahkan ada campur tangan tuhanNya yaitu Alloh SWT
Terima kasih Ya Alloh Engkau telah mengenalkan hamba ke pada YA Ibad
Sabtu, 03 Desember 2011
Silaturahmi & Kegiatan Sosial Da'i YA Ibad Cabang DKI Jakarta
Megamendung, 26 November 2011
Salah satu sekbid dibawah pengurus Cabang YA Ibad ( Yayasan Al Mukhlashin Ibadurrahman) DKI Jakarta yaitu Sekbid Syiar dan Dawah, telah mengadakan suatu kegiatan yang melibatkan seluruh da'i dan da'iyah YA Ibad Jakarta untuk ikut bersosialisasi kepada masyarakat dengan memberikan santunan kepada Pondok Pesantren Daarul Fikri Megamendung Puncak dan Pondok Pesantren Mambaul Hidayah Kerawang Jawa Barat.
Salah satu sekbid dibawah pengurus Cabang YA Ibad ( Yayasan Al Mukhlashin Ibadurrahman) DKI Jakarta yaitu Sekbid Syiar dan Dawah, telah mengadakan suatu kegiatan yang melibatkan seluruh da'i dan da'iyah YA Ibad Jakarta untuk ikut bersosialisasi kepada masyarakat dengan memberikan santunan kepada Pondok Pesantren Daarul Fikri Megamendung Puncak dan Pondok Pesantren Mambaul Hidayah Kerawang Jawa Barat.
Senin, 28 November 2011
Rasulullah s.a.w. mendidik umatnya dengan budi pekerti yang luhur dan akhlak yang mulia
Posted by akarimomar under akhlak Rasulullah Leave a Comment
Dan orang pertama yang dimaksudkan bagi pendidikan dan pengajaran ini, ialah diri Rasulullah s.a.w. Kemudian dari itulah barulah cahayanya menyinari sekalian makhluk yang lain. Sesungguhnya baginda Rasulullah s.a.w. telah mendapat pendidikan yang sempurna dari al-Quran, lalu baginda mendidik ummatnya pula dengan al-Quran juga.
Sebab itulah Rasulullah s.a.w. telah bersabda:
“Aku telah diutus semata-mata untuk menyempurnakan budi pekerti yang mulia.”
Selanjutnya Rasulullah s.a.w. telah mengajak sekalian makhluk supaya melengkapi diri masing-masing dengan akhlak yang mulia, Apabila Allah Ta’ala telah menyempurnakan budi perkerti baginda lalu Allah memujinya dengan firmanNya yang berbunyi:
“Dan sesungguhnya engkau (wahai Muhammad), di atas budi pekerti yang amat luhur.” (al-Qalam: 4)
Kemudian baginda pun menyatakan kepada sekalian makhluk di bumi, bahawasanya Allah amat mencintai akhlak dan budi pekerti yang mulia seraya membenci akhlak dan kelakuan yang jahat.
Berkata Saiyidina Ali r.a.: Aku merasa amat hairan, bila seorang Muslim didatangi saudaranya Muslim yang lain dengan suatu keperluan, malangnya ia tiada menganggap dirinya layak untuk membuat kebajikan. Apakah ia tiada mengharapkan pahala, ataupun tiada takut kepada balasan? Sepatutnya ia akan menyegerakan dirinya kepada budi pekerti yang mulia, kerana yang demikian itu akan menunjukkan dia ke jalan yang selamat.
Dalam sebuah Hadis pula:
“Sesungguhnya Allah menghiasi Islam dengan budi pekerti yang mulia dan perbuatan yang terpuji.”
Dalam kontek Hadis tersebut ialah: Bergaul dengan baik memperlakukan secara terhormat dan sopan-santun, membuat baik, memberi makanan dan minuman, memberi salam, melawat pesakit, mengiringi jenazah, berbaik-baik dengan semua jiran, tidak kira Muslim atau kafir, menghormati orang yang lebih tua, menerima undangan dan mendoakan bagi si pengundang, memaafkan orang memperdamaikan antara orang ramai, murah hati dan sedia memberi, berlapang dada, menahan marah, meninggalkan segala larangan agama, menjauhi caci-maki, tidak bohong, tidak kikir dan bakhil, tidak menghampakan, tidak menipu atau memperdayakan orang, tidak mengumpat, tidak mengadu domba, tidak memutuskan tali silaturrahim, tidak berakhlak jahat, tidak sombong, tidak bermegah diri, tidak meninggi diri, tidak banyak bicara, tidak bercakap kotor, tidak melakukan keji-kejian, tidak menyumpah-seranah, tidak dengki atau hasad, tidak memuji diri, tidak membuat curang, tidak melanggar batas dan tidak menganiayai.
Berkata anas r.a: Tidak ada suatu nasihat yang baik yang dianjurkan oleh Rasulullah s.a.w melainkan baginda telah menyeru kita sekalian untuk bersifat dengannya dan memerintahkan kita melengkapi diri kita dengannya. Sebaliknya tidak ada suatu penipuan atau kecelaan yang dilarang oleh baginda, melainkan baginda telah mengingatkan kita, dan menyuruh kita menjauhi diri daripadanya.
Dan memadailah bagi kita ayat yang berikut ini, sebab ia telah mencakup semua sifat-sifat mulia yang perlu kita bersifat dengannya; iaitu firman Allah Ta’ala:
“Sesungguhnya Allah memerintah agar berlaku adil, berbuat baik dan memberi keluarga yang terdekat dan Dia melarang berbuat kekejian (zina), kemungkaran dan kedurhakaan. Allah menasihati kamu moga-moga kamu sekalian ingat”. (an-Nahl: 90)
Berkata Mu’az pula: Rasulullah s.a.w. telah berwasiat kepadaku, katanya: Wahai Mu’az! Aku mewasiatkan engkau dengan bertaqwa kepada Allah, dan berbicara benar, menepati janji, menunaikan amanat, menjauhi khianat, memelihara tetangga, berbelas kasihan terhadap anak yatim, berlunak dalam kata bicara, memberi salam, bagus dalam pekerjaan, sedikit berangan-angan, menetapi keimanan, mendalami al-Quran, mencintai akhirat, gentar akan hari penghisaban dan merendah diri.
Aku melarang engkau memaki orang yang bijaksana, mendustakan orang yang benar, menuruti orang yang berdosa, mendurhakai Imam (Pemerintah) yang adil dan merosakkan tanah.
Aku mewasiatkan lagi agar engkau sentiasa takut kepada Allah pada setiap batu, pohon dan tanah. Dan hendaklah engkau bertaubat pada setiap dosa yang engkau lakukan. Yang rahsia secara rahsia, dan yang terang secara terang-terangan.
Demikianlah contohnya baginda Rasulullah s.a.w. mendidik umatnya serta menyeru mereka supaya bersifat dengan budi pekerti yang luhur dan akhlak yang mulia
Langganan:
Postingan (Atom)